The New Gate Volume 16 Chapter 1

Type : Light Novel (JP)
Genre : Action Adventure Fantasy Harem Romance
Associated Names: ザ・ニュー・ゲート

English: Shintranslations


Part 1

Shin ada di Lanapacea, Desa Elf dan kota kelahiran Tiera.

Pohon Dunia yang berada di desa, pilar yang menjaga keseimbangan dunia, telah melemah dan berada dalam bahaya.

Shin dan teman – temannya telah berusaha untuk menyembuhkan pohon itu, tapi akhirnya menemukan bahwa perubahan itu ternyata direncanakan oleh Crissot, Ayah Tiera yang telah meninggal, makhluk yang bisa menyebabkan kehancuran dunia, juga muncul.

Setelah pertempuran sengit, Shin berhasil mengalahkan Reforgerer.

Crissot telah dibebaskan dari kontrol demon dan jiwanya, setelah mengucapkan selamat tinggal pada Tiera, naik ke langi-.

“Oke, yang ini akhirnya telah diatasi, jadi ayo urus masalah yang lain juga.”

Tiera, yang menangis saat berpisah dengan jiwa Crissot dan Irene, sekarang menunjukkan ekspresi yang sangat lega.

Kata – kata itu terlihat sedikit dipaksakan, mungkin karena dia malu setelah menangis begitu keras didepan orang lain. Shin pikir bukan air mata yang membuat telinganya terlihat begitu merah sekarang.

Para demon yang bersarang di Lanapacea telah menghancurkan sebagian diri mereka sendiri ketika menggunakan Crissot untuk melanjutkan rencana mereka.

Elf – elf lain yang mungkin dikontrol oleh demon juga tidak lagi bertindak secara liar.

Reforgerer juga menghilang bersamaan dengan menghilangnya tubuh Crissot.

Untuk saat ini, faktor – faktor yang mengancam keselamatan desa telah hilang.

Bahkan jika masih ada demon disekitar desa, tidak ada cara untuk mengetahuinya saat ini.

“Apakah Pohon Dunia baik – baik saja?”

Shin melihat Pohon Dunia setelah dia mendengar kata – kata Tiera.

Pohon Dunia telah menyerap bola cahaya, jiwa dari Irene dan mungkin Crissot, dan sekarang bersinar dengan cahaya suci. Sekarang sudah tidak ada lagi jejak miasma. Shin bertanya hanya untuk memastikan.

“Untuk saat ini, sepertinya sejumlah besar pengotor telah digunakan untuk bertarung melawanmu dan yang lainnya. Yang aku rasakan, hanya untuk muncul Reforgerer telah menggunakan pengotor dalam jumlah yang besar. Jika tidak, tidak mungkin pengotor yang begitu banyak bisa berkurang dengan drastis, bahkan jika bertarung melawanmu Shin.”

“Iya, kau mungkin benar. Aku bisa melihat kekuatannya didukung oleh energi yang begitu banyak.”

Sudah diketahui bahwa Reforgerer menggunakan pengotor sebagai sumber energi, tapi Shin dan para player lain mengira kalau dia menggunakan pengotor untuk memperkuat serangan dan tubuhnya.

Shin pikir teori Tiera mungkin lebih benar.

Jika Reforgerer dianggap sebagai makhluk yang mengkonsumsi impurity untuk menjaga keseimbangan dunia, itu sangat masuk akal.

“Yah, terlepas dari rahasia kekuatannya, dia bukanlah lawan yang ingin aku lawan lagi…”

Shin berbisik sendiri sambil melihat kartu – kartu dari senjata tingkat kuno yang dianggap tidak berguna selama pertempuran.

Shin bisa menandingi Reforgerer hanya karena makhluk itu belum dalam wujud sempurnanya dan Shin sendiri sudah jauh lebih kuat dari dirinya di masa lalu.

Tanpa title “statistik ganda”, khususnya, dia tidak akan bisa memotong leher makhluk itu.

Korban kali ini hanyalah beberapa senjata.

Dibandingkan dengan kemungkinan Schnee dan yang lainnya terluka, itu bukanlah apa – apa. Itu bukan apa – apa, tapi…

“Jika itu terjadi lagi, itu akan sangat buruk…”

Bahkan jika mereka melakukannya dengan menggunakan Crissot, yang berasal dari garis keturunan para priestess, para demon sukses mensummond Reforgerer.

Mereka telah mengetahui cara untuk melakukan itu. Jika mereka membuat persiapan tanpa diketahui oleh party Shin, tidak akan ada yang bisa menghentikannya.

Mereka tidak bisa sepenuhnya bergantung pada kekuatan misterius yang dikatakan Yuzuha, yang menurut dugaan membimbing Shin kepada Pohon Dunia ketia pohon itu dalam bahaya.

Mereka tidak bisa mengatakannya dengan yakin kalau itu akan terjadi lagi. Juga tidak ada jaminan kalau “lain kali” tidak akan melibatkan pertempuran yang melawan Reforgerer dalam bentuk sempurnanya.

Bahkan denga bentuk yang tidak sempurna, empat senjata kelas kuno perlu dikorbankan. Jika dalam bentuk sempurna, siapa yang tau apa yang dibutuhkan untuk menghentikannya.

Bahkan jika Shin mampu menempa senjata kelas kuno, bahan – bahannya terbatas. Tidak peduli seberapa tinggi skill pandai besinya, senjata tidak bisa ditempa tanpa adanya material.

“[True Moon mungkin…”

“Masih rusak. Jika Sety menuangkan kekuatannya didalamnya, kita seharusnya bisa ke tahap berikutnya.”

Karena sebelumnya Shin telah memprioritaskan untuk mengembalikan ingatan Schnee, dia belum meminta Sety untuk menuangkan kekuatannya ke dalam [True Moon].

Dia tidak tau apa yang akan terjadi setelah Sety menuangkannya, tapi Shin yakin kalau itu bekerja dengan cara yang berbeda dari senjata yang dia tahu.

“Kurasa kita harus mengurus masalah yang disini lebih dulu. Pemerintah akan bergerak kan? Meskipun sejak kita datang kesini, aku belum melihat pergerakan mereka… “

“Para demon mungkin menghentikan komunikasi dengan pemerintah atau mengendalikan si utusan. Jika tidak, tentara pasti akan merespon situasi seperti ini.”

Beberapa waktu telah berlalu sejak para elf yang dikendalikan menjadi liar.

Paling tidak, pemerintah seharusnya telah menyadari kemunculan Reforgerer.

Ada pasukan militer selain prajurit dari clan penjaga pohon dunia, jadi bahkan jika keadaan darurat muncul secara tiba – tiba, jelas mereka akan bergerak entah bagaimana.

“Mereka mungkin telah melihat pertempuran Shin melawan Reforgerer…”

Tiera terdengar cemas.

Bahkan jika mereka tidak tau tentang Reforgerer, ukurannya yang sangat besar dan kekuatan tembakannya bisa dilihat dengan jelas bahkan dari kejauhan. Dia khawatir mereka mungkin mengklasifikasikan Shin sebeagai individu yang berbahaya, karena Shin melawannya secara langsung.

“Lagi pula aku mengeluarkan semua kekuatanku..”

Shin telah menggunakan senjata kelas kuno dan skill tingkat lanjut tanpa menahan diri. Itu merupakan medan perang yang bahkan orang terpilih tidak akan berani mendekat.

“Aku tidak tau seperti apa orang – orang di negara ini… jika sesuatu terjadi, bisakah kita entah bagaimana menggunakan ketenaran Schnee untuk mengatasinya?”

Aset mereka yang paling bisa diandalkan saat ini adalah Schnee. Mereka mungkin bisa lolos dengan mengalahkan lawan manapun dengan kekuatan, tapi itu adalah pilihan terakhir.

“Shin adalah teman Schnee. Schnee tidak akan berteman dengan seseorang yang akan berbuat kasar tanpa alasan. Shin adalah prajurit elit bahkan diantara Orang – orang terpilih tingkat lanjut…. jika kita mengatakan seperti itu, aku yakin mereka akan menghormati kita, dari pada memilih ide aneh.”

Untuk kebanyakan orang dan orang – orang terpilih dengan statistik yang relatif tinggi, Orang Terpilih Tingkat Lanjut – terutama yang selevel dengan Schnee dan yang lainnya – berada di liga yang benar – benar berbeda.

Kekuatan mereka terlalu jauh berbeda, jadi mereka tidak memiliki cara untuk mebandingkannya, kata Shibaid.

“Tapi pertempuran sebesar itu baru saja terjadi. Beberapa orang mungkin akan meminta prajurit yang kuat untuk tinggal di negara ini.”

Shin lalu berbalik ke arah Ordoss dan yang lainnya.

Mereka belum melihat semuanya, tapi mereka sudah cukup melihat untuk sadar akan betapa berbedanya Shin.

Terutama jika Ordoss, kapten pelindung, berbicara tentang prestasi Shin, Sang Raja atau pihak terkait lainnya mungkin akan memintanya untuk tinggal.

Hal yang sama bisa dikatakan pada Lymliss dan para priestess.

Tidak ada jaminan kalau para demon tidak akan kembali, jadi mereka mungkin akan meminta Shin untuk menjadi pengawal pribadinya, atau mungkin menjadi suaminya.

“Memang, kita telah menyaksikan kekuatan Tuan Shin dan Nona Schnee secara langsung. Jika mereka memilih untuk tetap disini, itu akan meyakinkan bagi kita semua. Dan diantara para elit pemerintah, yang tidak bertempur melawan monster itu, mungkin ada beberapa orang yang bisa menggunakan cara yang Tuan Shibaid katakan.”

Berkat pengalam dari hidupnya yang panjang, Ordoss memahami benar apa yang Shibaid siratkan.

Bahkan jika elf Lanapacea bertugas melindungi Pohon Dunia, tidak semua dari mereka murni dan jujur, seperti yang ditunjukkan oleh insiden saat ini.

“Nona Schnee, bagaimanapun, tidak pernah tinggal lama di satu tempat. Tuan Shin dan partynya juga merupakan petualang yang sering bepergian untuk memenuhi segala macam permintaan. Menahan mereka untuk tetap disini akan sulit. Selain itu, aku ragu kalau keterlambatan para pasukan memungkinkan mereka untuk menyaksikan seluruh pertempuran. Nona Schnee melawan monster dengan cara yang lebih terlihat, jadi jika kita mengatakan kalau dialah yang mengalahkannya, tanpa menyebutkan eksploitasi Tuan Shin, para petinggi tidak akan banyak bicara. Lebih lagi, tidak seorangpun diantara kita yang mampu menghentikan Sir Shin. ”

Ordoss tidak hanya menyangkalnya, tetapi mengatakannya dengan cara untuk memperingatkan para pejuang lainnya.

Para prajurit, meskipun bereaksi dengan cara yang sedikit berbeda, semuanya mengangguk setuju.

Pada akhirnya, seperti yang dikatakan Ordoss, jika kelompok Shin mengatakan mereka akan pergi, tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka. Para prajurit telah melihat alasannya dengan mata kepala sendiri.

“Bagaimanapun, aku percaya kalau menenangkan ketidakpuasan rakyat adalah prioritas utama kami.”

“Kalau begitu, ayo kita pergi bersama – sama sampai ke kediaman. Bahkan jika para demon telah pergi, pengaruhnya tidak akan hilang dengan cepat. ”

“Aku tidak bisa memintamu melakukan itu …. tunggu, aku mengerti. Jika situasinya seperti sebelumnya, Nona Lymliss dan Nona Lina akan berada dalam bahaya juga. Mohon maafkan kau atas masalah ini, tapi tolong pinjami kami kekuatanmu untuk sementara waktu. “

Ordoss membungkuk dan para prajurit lainnya juga berlutut dan menundukkan kepala. Jika para prajurit dan priestess menunjukkan diri mereka di kota, semua orang akan percaya bahwa pertempuran sudah berakhir.

“Ayo, kita pergi.”

Para prajurit membentuk lingkaran, dengan kelompok Shin di tengah, dan mulai berjalan. Lymliss dan Lina bisa berbicara, tapi fisik mereka sudah benar – benar kelelahan, jadi mereka menunggang Kagerou.

Shin menggunakan kemampuan peta dan pendeteksiannya untuk memastikan tidak ada kehadiran yang masih mengamuk di kota.

Dia tidak bisa langsung melihat lokasi yang dipindai, jadi dia tidak bisa sepenuhnya yakin, tapi untuk saat ini hanya itu yang bisa dia lakukan. Hasilnya, dia tidak menemukan kehadiran yang tampak berbahaya.

Semakin mereka mendekati kota, Elf – elf non petarung meningkat semakin banyak.

Semua orang tampak khawatir: mereka tidak panik, mungkin karena mereka melihat Reforgerer tumbang.

Bagaimanapun, tubuh super besar Divine Beast dapat dengan mudah dilihat dari seluruh kota.

“Tuan Kepala Prajurit, bisakah kau memberi tahu kami apa yang sebenarnya terjadi?”

Para elf menatap kelompok Shin sambil menjaga jarak tertentu, tetapi salah satu dari mereka akhirnya memutuskan untuk mendekati mereka.

“Apakah kau melihat sesuatu dari arah kami datang?”

“Iya. Monster sebesar gunung … benarkah itu? ”

“Memang … iblis memanggil monster itu. Berkat Nona Schnee Raizar dan priestess kita, bagaimanapun, telah dikalahkan. Tolong tidak usah khawatir. “

Kepala prajurit itu mengangguk berat dan elf itu tampak lega.

“Semuanya, dengarkan aku! aku yakin banyak dari kalian melihat monster muncul dari hutan. Namun, tidak perlu khawatir! Elf terkenal, Schnee Raizar, dengan anggun meminjamkan kami kekuatannya, dan, bersama dengan para priestess kita, membunuh semua monster! Informasikan kepada mereka yang tidak hadir di sini bahwa situasinya telah diselesaikan! ”

Ordoss mungkin mempertimbangkan fakta bahwa Tiera mengkhawatirkan Shin. Dia tidak menyebutkannya ketika dia menyatakan bahwa eksploitasi itu berkat Schnee dan para priestess.

Berkat otoritas Ordoss sebagai kepala prajurit, semua elf yang mendengarkan kata-katanya tampak lega.

Sebaliknya, jika Shin yang berbicara, mereka hanya akan berpikir bahwa Manusia aneh tiba – tiba mulai mengoceh.

Shin dan Shibaid menarik banyak perhatian, setelah semua.

Manusia dan Dragnil dalam kelompok elf pasti akan menonjol. Para prajurit tidak mengatakan apa pun, jadi mereka mungkin berpikir kalau Shin dan Shibaid bukanlah ancaman.

Paling tidak, Shin tidak merasakan permusuhan atau niat buruk dari pandangan mereka.

“Kita akhirnya sampai.”

Kelompok itu berkeliling kota, dengan Ordoss menyatakan situasi telah diselesaikan dan pihak Shin menarik perhatian, total tujuh kali. Mereka sekarang akhirnya berada di kediaman Luderia.

Shin menghela nafas, karena menjadi target perhatian elf untuk waktu yang lama tidak terlalu menyenangkan. Bahkan jika tidak ada permusuhan atau kejahatan, hal itu melelahkan secara mental.

Salah satu elf yang berdiri berjaga di gerbang melihat para prajurit mendekat dan berlari ke dalam kediaman.

“Tiera !!”

“Lina !!”

Shin menghela nafas lega ketika dua elf bergegas keluar dari kediaman, memanggil nama Tiera dan Lina.

Mereka adalah Orlean dan Herald: keduanya datang ke kediaman. Karena mereka tidak mengenakan sepatu, jelas bahwa mereka bergegas keluar secepat mungkin.

Mungkin karena mereka melihat kedua elf itu aman, atau mungkin karena mereka bertemu Shin dan mata yang lain, mereka menahan diri agar tidak berlari dan membungkuk pada Schnee.

“Kami telah mendengar tentang apa yang terjadi. Kami sangat berterima kasih karena menyelamatkan desa dari bencana yang telah diciptakan oleh kesalahan kami. ”

Rupanya Ordoss mengirim salah satu bawahannya ke depan, karena mereka sudah tahu tentang kekalahan Reforgerer dan pemulihan Pohon Dunia.

Di belakang Orlean, Herald membungkuk pada Shin juga.

“aku yakin kau lelah, tetapi bisakah kau memberi tahu kami apa yang terjadi secara terperinci?”

“Ya, itu sebabnya kami datang ke sini. aku percaya kamu adalah wakilnya, yakan? ”

“Iya. Karena … hal semacam itu terjadi pada kepala klan kami, aku adalah wakil sementara. “

Orlean jelas-jelas kebingungan tentang situasi itu, ketika dia menjawab Schnee dengan ekspresi tegas di wajahnya.

Tetap di depan gerbang akan menarik perhatian, jadi mereka memasuki kediaman untuk sementara waktu.

Orang – orang sudah dikirim ke kamar yang digunakan oleh kepala klan untuk memeriksanya. Secara alami, mereka adalah orang-orang yang dipercaya untuk tidak berada di bawah pengaruh iblis.

“Bisakah kita melihatnya juga? Dalam kasusnya Bulk terdapat jebakan, jadi itu mungkin berbahaya. “

“Itu benar — bisakah kita mengirim seseorang dari kelompok kita untuk melihatnya juga? Karena itu digunakan oleh iblis, kemungkinan mengandung jebakan atau perangkat lain. “

Shin membisikkan saran dan Schnee setuju, jadi dia mengusulkannya kepada Orlean. Ruangan yang digunakan oleh ayah yang merencanakan di dalam gereja terjebak, seperti yang dilaporkan Shibaid.
(TLNote: Tolong koreksi bagian ini, kurang paham sama maksud englishnya.)

Schnee sendiri yang membuat usulan karena Orlean tidak tahu kalau Shin adalah pemimpin party. Tanpa mengetahui tentang dia, kebanyakan orang akan menganggap bahwa Schnee adalah pemimpin kelompok.

“Ya, aku mengerti. Mungkin ada sesuatu yang diluar kemampuan pencarian kami, jadi kami akan dengan senang hati menerima kerja sama kalian.

“Kalau begitu aku yang akan pergi. Karena mungkin ada miasma, bisakah kau ikut juga, Tiera? ”

“Ya tentu saja.”

Shin meninggalkan sisa penjelasannya kepada Schnee dan menuju ke kamar yang bersangkutan bersama Tiera. Orlean tampak agak bingung, tetapi Schnee mengakatan kalau tidak apa – apa menyerahkan semuanya kepada mereka, jadi dia tidak keberatan.

Elf yang menemani mereka ke ruangan menjelaskan situasinya kepada elf yang memeriksa ruangan.

“Kami belum menemukan hal seperti itu saat ini.”

Karena elf mendengar Shin bersama Schnee Raizar, mereka tidak memperlakukannya dengan dingin, dan dia bisa bertanya kepada mereka apa yang telah mereka temukan.

Wajah Tiera terkenal di seluruh desa, jadi mereka bereaksi dengan campuran kebingungan, ketakutan, dan rasa hormat.

Berdasarkan umur panjang rata-rata elf, mereka mungkin tahu atau mengingat pengasingan Tiera. Sikap mereka terhadapnya saat itu ditunjukkan melalui reaksi mereka.

“Memang benar sepertinya tidak ada yang seperti terakhir kali di ruangan ini …”

Di Palmirack itu sangat jelas, tetapi kali ini tidak sama sekali.

Elf mengatakan mereka menemukan kotak jebakan, jadi Shin mengaktifkan skill pendeteksi perangkapnya. Dia kemudian merasakan reaksi dari balik rak buku.

“Ini sangat klasik.”

Itu adalah tempat yang cukup umum untuk menyembunyikan ruang rahasia. Melepaskan rak buku, bagaimanapun, menunjukkan dinding yang benar-benar normal, jadi itu tersembunyi dengan baik.

Setelah diperiksa lebih dekat, Shin mengetahui bahwa membukanya secara normal akan memicu jebakan yang akan menyebabkan beberapa penyakit status level X.

Karena kebanyakan dari mereka mempengaruhi pikiran, jebakan itu mungkin digunakan untuk mengendalikan siapa pun yang memperhatikan perangkat jebakan.

Meskipun Shin memicunya, bagaimanapun, itu tidak akan memengaruhinya. Itu tidak cukup kuat untuk melampaui resistance High Huma.

Shin menonaktifkan jebakan dan sebagian dinding mengungkapkan celah. Di dalamnya ada buku dan kristal emas.

“Itu … buku harian ayah …”

Tiera melihat sampulnya dan tiba-tiba sepertinya ingat apa itu.

Karena mungkin berisi informasi penting, mereka memutuskan untuk memeriksanya setelah bergabung kembali dengan Schnee dan yang lainnya, kemudian berbalik ke arah kristal emas.

Kristal itu beukuran sekitar kepalan tangan orang dewasa, bercahaya lebih terang di tengah dan lebih samar di permukaan. Bagian tengahnya adalah emas, sedangkan permukaannya cenderung ke warna putih.

Jika itu adalah mineral, 【Appraisal】 Shin bisa mengidentifikasinya, tetapi skillnya hanya menunjukkan tulisan yang tidak dapat dipahami. Itu seperti buggy text.

“Kalau begitu, mari kita menganalisisnya.”

Mereka terus memeriksa ruang untuk mencari jebakan, tetapi bahkan tidak menemukan brankas atau penyimpanan tersembunyi.

Shin meminta konfirmasi kepada Tiera, tetapi dia tidak merasakan miasma di sekitarnya.

“Ayo kita ambil dan kembali ke yang lain.”

Shin menyentuh kristal untuk mengubahnya menjadi kartu item, tapi kemudian itu terjadi.

“Gah !?”

Pandangannya kabur, statis mengalir di telinganya.

Dalam kekaburan itu dia bisa melihat gedung pencakar langit dan bangunan lain, persimpangan jalan yang ramai, ruang kelas yang penuh dengan siswa yang menghadiri kuliah, dan kemudian— Shin sendiri, dengan mata tertutup.

-aku dapat melihat.

Wajah teman-temannya, guru-guru terkasihnya, rumah tanpa dia. Orang tuanya, sedikit lebih ramping dari sebelumnya. Adiknya, tumbuh dewasa.

Perubahan membawa waktu tanpa dia.

-aku bisa mendengar.

Kebisingan kota, mobil melaju kencang, suara memanggil namaku. Suara ibuku, suara adik laki-lakiku, suara adik perempuanku, suara teman-temanku.

Suara nostalgia yang tidak bisa aku dengar sekarang.

-aku dapat merasakannya.

Penghalang antara dunia nyata dan dunia lain. Dinding yang tidak terlihat.

Sebuah celah yang memisahkan dunia.


TOC


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *