Baca novel Indo Deprive a Deprived Person Ch120

Englihs Translation : Rebirth.online | wuxiaworld.co |

Baca novel Indo Deprive a Deprived Person Ch119
Baca novel Indo Deprive a Deprived Person Ch120

Chapter 120 – Awal baru

Saat senja, Guild Petualang Kota Comer penuh sesak denga banyak petualang.
Penjelajahan Dungeon, Berburu di hutan, dan juga banyak petualang yang mengambil quest dengan batas waktu satu hari yang kembali untuk melaporkan progress mereka.

Khususnya konter rangking D di lantai satu, tempat itu penuh sesak dengan petualang yang kembali dari quest mereka dan menunggu penilaian berbagai material.

Semakin lama yang dibutuhkan resepsionis untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, maka semakin sibuk tempat itu oleh petualang yang mengantri dan sekarang berkelahi.

「Jika urusanmu sudah selesai, cepat pergi.」
「Aku belum selesai, aku masih berbicara sama Rebecca.」
Seringnya, para petualang yang berrbaris mencoba untuk berbicara dengan Rebecca, dan itu menjadi rumit dan akhirnya berkembang menjadi perkelahian. Mereka semua berusaha untuk mendapatkan perhatian Rebbeca, tapi akhir – akhir ini Rebecca dan resepsionis lainnya tampaknya memikirkan hal lain. Kecepatan kerja mereka melambat, dan itu juga memperlambat operasi seluruh guild petualang.

“Rebecca, apa yang terjadi?”
“Collet, tidak ada apa – apa. Kurasa aku telah jatuh cinta.”
“Tapi tetap saja, itu menyebabkan perkelahian dan itu dilarang di dalam guild.”
“Eh ? Begitukah?”
“Rebecca, tolong tenangkan dirimu .”

Setelah beberapa waktu, keributan mereda dan Collet menyadari bahwa dalam beberapa hari terakhir, jumlah petualang yang berkumpul di sekitar guild meningkat dan jumlah serangan di dungeon meningkat juga. Tapi alasan utama mereka kurang konsentrasi adalah sesuatu yang lain.

“Kalau dipikir-pikir, Fifi, kurasa sudah waktunya kita istirahat.”
“Astaga! Kita harus mengambilnya sekarang. Semua orang baru-baru ini berada dalam kondisi buruk, kurang istirahat karena material dari dungeon「Enrio of Kusakai」. Kami bahkan menghabiskan waktu kami untuk menilai itu. ”
“Apakah kau tahu siapa yang membawa material sebanyak itu?”
“Aku tidak tahu. Master guild mungkin tahu, tapi dia tidak memberitahuku. ”
Rebecca juga menjawab tanpa banyak minat pada topik itu karena dia sepertinya sudah lelah secara mental.

“Rebecca, tolong fokus.”

Setelah Collet berusaha untuk membuat Rebbeca mendapatkan kembali kesadarannya, pintu guild terbuka. Ada banyak orang disana, tapi semua perhatian petualang lainnya difokuskan pada orang yang baru saja masuk.

“Marifa, hari ini kau juga datang!”

“Apakah benar-benar sesering itu? Ini hanya hari ke tiga puluh aku datang ke sini.”
Biasanya petualang memasuki dungeon sekali atau da kali seminggu, dan selebihnya akan digunakan untuk mengumpulkan informasi, tapi Marifa sudah masuk dungeon setiap hari. Bahkan jika dia tidak masuk, dia akan berada di area terbuka untuk mengalahkan monster.

Banyak petualang lain khawatir ketika mereka tahu bahwa Marifa sedang menjelajah「Golgo dungeon」seorang diri namun Marifa tidak mendengarkan siapa pun. Di masa-masa awalnya, Marifa selalu terlihat pulang dalam kondisi compang-camping. Sekarang dia tidak terlihat seburuk itu lagi bahkan ketika dia membersihkan 「Golgo dungeon」 sendirian. Juga setelah dia menangkap beberapa monster iblis kuat bernama 「Maokami」 dan 「Kumohyo」, dia dipanggil 「Marifa of the two beast」

(TL note: it was mentioned as 従魔 = jyuma or demon)
“Marifa.”

“Terima kasih atas bantuanmu hari ini.”

“Ya, jangan pikirkan itu. Apakah kau akan pergi sendiri? ”

“Tidak, monster iblis sedang menunggu di luar. Jika tidak, mereka tidak akan bisa diam. ”
Collet yang sudah tahu tentang Marifa tidak bertanya lebih jauh dan Marifa mengeluarkan material monster yang dia kumpulkan dari 「Golgo dungeon」 di konter. Marifa berangkat dan atmoshper yang tidak ramah dan mendorong semua orang pergi, bahkan Collet khawatir kalau di masa depan dia tidak akan mendengarkannya lagi. Karena bahkan beberapa petualang yang mengenal Marifa sekarang bahkan tidak dapat berbicara dengannya lagi.

“Ini uang untuk materialnya, dan juga, Marifa telah mencapai ranking D, selamat!”

Marifa adalah mantan budak dan petualang baru. Hanya dalam beberapa bulan dia menjadi petualang peringkat D, itu sendiri adalah pencapaian besar tetapi ekspresi Marifa tidak berubah sama sekali. Jadi dia hanya menerima uang itu tanpa menunjukkan reaksi apa pun atas ucapan selamat Collet. Ketika Marifa hendak keluar dari guild petualang, dia diblokir oleh seseorang.

“Siapa yang berani … Wood-san?”

“Aku punya sesuatu untuk dibicarakan.”

“Maaf, tapi aku cukup sibuk.”

“AKU BILANG AKU PUNYA SESUATU UNTUK DIBICARAKAN!”
Marifa terkejut mendengar suara marah Wood yang tiba-tiba. Bahkan bergema di dalam guild petualang dan membuat perhatian semuar orang jatuh pada Wood dan Marifa. Tentu saja, semua orang memperhatikannya karena Wood biasanya menghindari masalah dan tetap diam

“Tidak apa-apa, Coro dan yang lainnya, kalian bisa tenang, aku punya urusan dengan Wood-san.”

Ketika Wood berteriak sebelumnya, ada rasa haus darah datang dari belakangnya meskipun dia tidak menyadarinya, tetapi Maokami, Coro, dan Kumohyo sudah siap untuk menyerang Woods.

“Aku cukup akrab dengan tempat ini, kita bisa bicara di dalam.”
Ketika Wood memasuki Restoran, mereka hanya berdiri diam di gang bersama Marifa. Dan setelah itu mereka meminta kamar pribadi di dalam restoran Jadi Corro, Maokami dan Kumohyo bisa ikut. Setelah itu Marifa dan Corro disajikan minum oleh petugas tapi Corro hanya berdiri diam di sana. Tanpa izin dari Marifa, ia tidak akan minum atau makan apa-apa bahkan jika itu menyebabkan dia berada di ambang kelaparan.

“Apa kau ingin memesan sesuatu untuk dimakan ? Maksudku, tidak perlu menah diri makanlah apapun yang kau mau, dan tidak masalah jika monster iblismu juga ingin makan.

“Kami baik-baik saja. Jadi, katakan padaku apa yang ingin kau bicarakan denganku? ”

“Ini tentang Yu.”

“Apakah kau tahu di mana tuanku?”

Marifa tanpa sadar melompat dari kursi ketia dia mendengar Wood mengatakan itu. Beberapa saat kemudian, dia mendapatkan kembali ketenangannya, berdeham dan duduk. Meskipun Coro dan iblis lainnya tetap duduk di sudut tetapi telinga Coro berkedut.

“Maaf, aku terlalu terkejut.”

“Aku telah bertemu dengan dia beberapa kali, terakhir kali adalah kemarin . Jadi apa kau sudah mendengar kabar darinya sejak dia menghilang?”

“tidak, aku tidak pernah mendengar apa-apa.”

Wood menatap Marifa yang terkejut dan menghela nafas panjang ketika Marifa tetap diam.

“Jadi, aku ingin kau menyimpan apa yang aku katakan sebagai rahasia dari yang lain. aku juga tidak tahu banyak rinciannya karena aku hanya punya waktu yang terbatas untuk berbicara dengannya. Dia juga menyuruhku untuk tidak pernah memberitahu Nina atau Lena jadi pastikan kau tidak memberitahu mereka. Yu meminta bantuan dariku mengenai hal ini. ”

“Baiklah, aku akan merahasiakan ini… Master…”
Marifa mencengkram ujung roknya dengan kuat dan mulai mendengarkan apa yang Wood ketahui sejauh ini. Meski dia enggan tapi dia tetap mendengarkan apa yang terjadi.
Setelah inside dengan Goria, sebenarnya kelompok pedagang itu juga sekelompok mata-mata dari kerajaan suci. Dan Goria sebenarnya adalah anggota ‘Order of the Immortal’ yang merupakan sekelompok pelaku kejahatan dan pembunuhan. Itu sebabnya Yu meninggalkan mereka untuk menjauhkan mereka dari bahaya. Yu menyerahkannya pada Wood untuk menjelaskannya kepada mereka yang menyebabkan emosi konflik pada Marifa.

Meskipun pada mulanya dikatakan dengan nada serius kepada Marifa, begitu Wood minum, dia mulai melepaskan diri.

“Mengapa ia tidak bisa mengerti, kerajaan suci dan ‘Order of the Immortal’ bahkan tidak akan peduli tentang hal lain. Mereka mencoba melakukan apa saja yang mereka inginkan yang merepotkan.”
setelah itu Wood makan bersama Marifa dan mereka kini kembali ke mansion.

Dalam perjalanan dia bertemu dengan Mago si pedagang dan Shah pengawalnya keluar dari gerbang rumah.

“Mago-san Halo. Tapi, bukankah tanggal pembayaran masih jauh di depan?”

“Ah, Marifa-san dan kau punya tamu yang jarang di sana. Aku tidak datang untuk mengingatkanmu tentang pembayaran karena aku yakin itu akan dibayar tanpa hambatan. aku sekarang di sini untuk bertemu dengan Kuro-san. Apakah dia di rumah? ”

“Kuro?”

“Oh, jadi bisakah kau memberitahuku urusan apa yang kamu miliki?”

“Maaf, tapi aku hanya pelayan dari Tuanku.”

“Ya, jika Yu-San telah memintanya untuk tidak memberitahu mu, tidak ada yang dapat kau lakukan selain membayarnya kembali padanya nanti ketika Yu kembali.”
Setelah itu Mago berjalan melewati Marifa dan Wood.

Marifa kemudian mengepalkan tinjunya karena dia frustrasi karena urusan itu disembunyikan darinya ketika dia melihat Mago berjalan kembali ke kota. Wood hanya bisa mengetuk bahu Marifa ketika mereka terus kembali ke mansion.

Ketika dia kembali, serigala hitam sedang beristirahat di taman dan beberapa serigala hitam sekarang berkembang biak. Ada beberapa serigala hitam yang memberikan susu mereka kepada anak-anak mereka dan yang lain melindungi mereka.

“Oh, sungguh jumlah yang luar biasa .”

“Jangan khawatir karena aku telah mengajarkan mereka dengan benar, mereka tidak akan menyerang Wood.”

Beberapa serigala hitam memandangi Wood ketika mereka mencium kehadirannya, tetapi Marifa menginstruksikan dengan tangan untuk membuat mereka mundur untuk mengidentifikasi bahwa dia bukan musuh.

“Aku tidak berpikir aku bisa selamat dari serangan dengan jumlah seperti itu. Rumah ini memiliki penjaga yang baik. Jadi, apakah Nina dan Lena ada di mansion juga? ”

“Lena selalu pergi ke suatu tempat akhir-akhir ini, tetapi dia tidak meminta makan siang hari ini, jadi kupikir dia akan segera kembali dan Nina kemungkinan besar akan berada di dalam kamar tidur Master.”

Ketika mereka masuk, wajah Wood dan Marif terkejut. Saat memasuki ruang tamu rumah, Lena ada di sana membaca buku, hanya melirik mereka sebelum melanjutkan membaca.

“Lena, lama tidak bertemu .”

“Kau datang… Mengapa kau di sini?”

“Aku mendapat sesuatu dari Yu. Jika Nina ada di dalam kamar Yu, akan lebih baik jika dia turun untuk mendengarkan juga. ”

Lena tidak menunjukkan minat pada Wood, tetapi begitu nama Yu disebutkan, dia menutup buku yang sedang dibacanya.

“… bagaimana kau tahu?”

“Ceritanya panjang, dan aku ingin semua orang ada di sini, jadi Marifa bisakah kau mengantarku ke kamar Yu?”

Lena juga berdiri dari sofa dan berjalan mengikuti Marifa dan Wood. Ketika mereka tiba, Wood mengetuk beberapa kali tetapi tidak ada jawaban dari dalam.

“Permisi, ini Wood.”

“… Nina depresi.”

“Mari kita masuk saja.”

Ketika Wood memasuki kamar tanpa menunggu jawaban Marifa, pemandangan di atas tempat tidur adalah sesuatu yang tidak biasa.

“Apa yang terjadi?”

Di atas tempat tidur, ada pakaian Yu yang saling tumpang tindih seperti gunung. Mungkin, Nina telah mengubur dirinya di tengah-tengah gunung pakaian.

“Nina, aku tahu kau di sana. Keluar.”
Mengetahui bahwa kata-katanya tidak mendapat reaksi apa pun dari Nina, Wood mencoba memancingnya keluar.

“Aku punya berita penting.”

“….. apakah itu… Yu?… * hiks hiks * … hiks … Yu … Dimana Kau?”

“Bisakah kau keluar jadi kita bisa bicara ? Tidak ada alasan bagimu untuk bersembunyi di sana.”

setelah beberapa saat, dari dalam gunungan pakaian, wajah Nina muncul. Rambutnya berantakan dan matanya merah pekat.

“Wood-san … kau tahu … di mana Yu?”

Woods kemudian memindahkan meja dan kursi ke depan tempat tidur tanpa menjawab pertanyaannya, dia kemudian juga meminta Marifa dan Lena untuk duduk. Setelah mereka berdua duduk, satu per satu dari tas barangnya, peralatan yang dipercayakan dari Yu, dia mengeluarkannya dengan hati-hati. Cincin, kalung, gelang, aksesoris, itu semua hasil rampasan yang Yu dapatkan dari dungeon「Enrio of Kusakai」. Lena akan menyentuh salah satu cincin tetapi.

“Jangan sentuh!”

karena kata-kata Wood, dia menarik kembali lengannya.

“Pada saat ini, semua peralatan ini bukanlah sesuatu yang bisa kalian sentuh dengan mudah.

“Apakah ini ditandai … ini adalah darah?”

seperti yang dikatakan Lena, semua peralatan berlumuran darah.

“Apa kau menyadarinya? Semua ini adalah peralatan langka yang Yu kumpulkan untuk kalian. Dia telah bekerja keras untuk mengumpulkan item ini, dan ini adalah buktinya.”

Kata – kata Wood tidak bisa dianggap enteng saat dia mengeluarkan lebih banyak barang dan memberikan material yang Yu kumpulkna.

“Marifa kau bahkan tidak tahu tujuan mengapa kau bertarung terus-menerus. Lena, kau bahkan terjun ke Dungeon di ibu kota saja. Meskipun kalian berdua sepertinya baik-baik saja tetapi kalian semua melupakan hal-hal yang paling penting. sebagai seorang petualang, apakah itu kemampuan? Peralatan? Kekuatan? Itu semua salah. Kalian semua adalah satu kelompok. Yu telah mempercayakan semua ini kepadaku tetapi aku akan mengambilnya kembali. Yu berjuang keras di luar sana, dan Nina kau hanya tinggal di tempat tidurmu? Dia bahkan memintaku untuk terus mendukung kalian. Namun aku sama sekali tidak senang melihat perkembangan kalian. Jangan ragu untuk datang ke tokoku jika kau merasa bisa meyakinkanku bahwa kalian semua layak mendapatkan peralatan ini. ”
setelah itu, Wood mengambil kembali semua barang ke dalam kantong barang dan keluar dari ruangan tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Nina tetap diam di sana menatap meja tanpa berkata apa-apa. Di atas meja, ada jejak darah di mana Wood meletakkan barang itu tadi.

“Yu…Yu…Hiks
Air mata Nina perlahan-lahan jatuh satu per satu di atas meja. Segera itu menyebar jauh di atas seluruh meja.

“Yu … bekerja keras … Aku … aku juga akan bekerja keras … * hiks * …”

Nina bahkan memeluk meja sekarang, tetapi dia tidak menangis lagi. Lena hanya membenamkan wajahnya di topinya, tidak membiarkan siapa pun melihat wajahnya. Marifa hanya mendongak seolah menatap langit saat air matanya perlahan mengalir. Hari itu, untuk pertama kalinya Nina makan bersama dengan para gadis di ruang makan dan mereka berbicara lama tentang rencana masa depan mereka.

……..
Keesokan paginya, Nina mengunjungi toko Wood.
“Kau tahu, kau seharusnya memilih lokasi yang lebih baik untuk tokomu.”
Pada hari ini, Nina dan para gadis memutuskan untuk membuat awal baru untuk party mereka.
……..

(Tl note: another scene change at the end sigh)
(TL note2: the author didn’t put explanation of who’s talking so I will do it in the author stead..@,@)

“Gor, gor, gori … siapa namanya? Aku sudah lupa itu. Apakah dia gagal? ” (Meri)

“Goria, go-chan singkatnya. Aku tidak tahu apakah dia gagal atau tidak tapi dia belum menghubungi kami. Mungkin dia mengerjakannya secara perlahan-lahan.”(Azerotte)

“Lalu mengapa tidak bertanya menggunakan roh angin Azerotte? Jika ternyata dia gagal, dia hanyalah pria yang menyedihkan. Untuk membiarkan dia menjadi anggota ‘Order of the Immortal’ siapa yang merekomendasikan agar ikan kecil seperti dia diterima? Haha! ”(Meri)

Sambil menggerakkan ekornya kesal dan dengan santai melambaikannya ke tanah, meskipun tampaknya tidak ada banyak kekuatan tetapi kawah besar sekitar sepuluh meter dapat terlihat di tanah.
(Tl note: penampilannya tidak disebutkan tapi aku percaya itu adalah gadis naga alias Meri)

“Meri-chan, jangan marah. Izinkan aku bertanya dengan roh-chan. dan yang merekomendasikan go-chan, itu adalah … Aku tidak ingat … Kakek, apakah kau ingat? “(Azerotte)

“Aku ? Aku tidak tahu, aku benci kekerasan dan kau tahu… baru-baru ini aku menjadi pelupa.”(orang tua kerdil)

“Tenang saja. Kami hanya ingin tahu apakah dia mampu menyelesaikan pekerjaannya atau tidak. ” Meri

“Baiklah, aku mengirim roh anginku sekarang . Oh, kau ingin melihat ini?”(azerotte)

Di depan mereka, seolah-olah sebuah cermin besar telah muncul.
(Catatan TL: mungkin ini adalah keterampilan roh angin)

Ribuan tentara berdiri tegak seolah-olah mereka akan menuju ke medan perang. Mereka semua berdiri tegak dan bangga mengenakan pedang dan Armor yang sama. Mereka mungkin resimen ksatria suatu negara. Tidak lama kemudian, adegan pertempuran, kematian, tebasan, orang yang sekarat terinjak-injak sampai mati, dibakar oleh sihir, dibekukan oleh es, tenggelam, semua jenis kematian bisa dilihat.

“Negara ini, apakah itu Ropugi? Mereka hanya memenangkan perang berkat tim tentara bayaran dan mereka benar-benar menghabiskan banyak emas membayar orang untuk melakukan pembantaian. ”

“Meri-chan, apakah kita akan membunuh mereka?”

“Ah, ya, aku tidak tertarik pada ikan kecil seperti itu. Seorang anggota dari kita dapat dengan mudah memusnahkan mereka. Negara berikutnya yang menarik minatiku disebut Mandogoa karena itu adalah negara besar. ”

Namun, dia mengatakan itu dengan sikap acuh tak acuh sehingga tidak ada yang tahu apakah itu serius atau tidak. Azerotte memandangi kurcaci tua yang hanya mengangkat bahu.

“Meri-Chan, kau sudah gila.” (kurcaci tua)

“Uuh … itu karena Akate rewel. Bagaimanapun, jika Akate benar-benar menginginkannya, negara Mandogoa itu sama baiknya dengan negara kita. Lebih penting lagi, temukan Goria. Bisakah roh anginmu melihatnya ? ”(Meri)

“Aku heran mengapa kau memanggilku Akate? Aku membencinya. Itu tidak lucu. Panggil aku Ah-chan atau Azerotte saja. Yah, akhirnya aku menemukan di mana Go-chan berada. Roh angin, menemukan jejaknya di Kerajaan Houdon. Aneh, kenapa dia masih di sana? ”(Azerotte)

“Hmm, untuk saat ini, mengapa kau tidak meminta roh anginmu untuk melihat lebih dekat ke kota Comer?” (Meri)

“Aku mengerti.” (Azerotte)

Terimakasih telah membaca novel Indo Deprive a Deprived Person Ch120


TOC
<< Baca novel Indo Deprive a Deprived Person Ch118 >>


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *